ANDAINYA AKU

— oleh Dr. Wan Emril Nizar Wan Embong —

Andainya aku sang camar
Hinggap tak mengenal dahan
Andainya aku sang bunga
Tersenyum indah saat mentari tiba
Andainya aku sang pelangi
Memberi senyuman seri walau tak bercahaya

Andainya aku sang kupu-kupu
Sayap melentik indah
Menebar senyum saat semi tiba
Dipuja keelokannya, meliuk indah
Disambut ramah oleh bunga
Andai aku sang semut
Walau terinjak, masih banyak kawan yang sudi mengangkat

Tapi, aku hanyalah sepohon ara tua
Bertahan tegap, tanpa mampu meneduhkan yang lain
Dek tiada dedaun yang merimbun

Dan akulah, aku
Tanpa ada apa-apa
Ilmu dan jua harta
Tapi apa yang ada
Sekeping hati yang lara.

Dr. Wan Emril Nizar Wan Embong
Kuantan


Tinggalkan Komen

Komen yang menggunakan kata-kata kesat tidak dibenarkan