Daun Nan Terasing

— oleh M Arif—

Tak semestinya kering
daun digetus takdir
terdampar di celah banir.

Ketika siang,
dipilis bahang angin
ketika malam, dititis
embun dingin
persis pelipis dilumur debu
menanti dikunyah anai-anai
dan dimamah lahap
cacing lapar.

Daun nan terasing
indah kala mengenang
kejap di ranting pesona
kini pasrah terdampar
di tanah.

Setiap kali mendongak
dilihatnya pucuk segar
berjuntai dan bergetar
dalam rimbunan hijau.

Daun nan terasing
berbisik pada pucuk
di sisi kudup;
tika gugur ke bawah
dan saat terurai
menjadi tanah
tak mampu dicanggah.

Pucuk segar
dalam rimbunan hijau
terus bergetar.

M Arif
Padang Mokan, Kelantan

 


Tinggalkan Komen

Komen yang menggunakan kata-kata kesat tidak dibenarkan